Aku masih tak mengerti akan beribu-ribu orang tenggelam dalam kemunafikan mereka di zona nyaman
Kebohongan besar-besaran yang tercipta tanpa memperdulikan apa sebenarnya cita-cita mereka
Mengapa mereka tak meraihnya?
Mengapa larut dalam pencapaian yang tak maksimal?
Apa salah diri ini mempertanyakan kemunafikan itu?
Mengapa tak keluar saja dari zona nyaman yang telah mereka dapatkan?
Temukan saja kebahagiaan sejati yang disebut “cita-cita”,capai itu meski harus berkeringat darah
Enyahkan saja semua kata orang-orang yang tak mahfum akan cita-cita kita
Pantanglah menyerah pada pencapaian sesaat
Dengan sesuatu yang dicapai tidak dengan susah payah
Kejarlah kebahagiaan sejati kita
Meskipun mungkin kita harus benar-benar pergi dari zona nyaman….
NERD
Purwokerto, Sept 28 2013
Sekilas karya ini,saya buat ketika saya merasa gak nyaman di jurusan saya yang lama. Saya merasa orang-orang di sekitar saya juga merasakan hal yang sama. Saya kecewa,karena begitu banyak orang yang merasa tidak cocok dengan pilihannya atau lebih parah pilihan orang tuanya hanya berdiam saja dan menjadi munafik akan sebenar-benar pilihan dalam hatinya. Terkungkung pada suatu hal yang mereka buat dan batasi sendiri. Mereka don’t have courage to break the boundary. Mereka merasa aman di zona nyaman,padahal hidup baru dimulai jika kita mencoba berjalan di luar zona nyaman. Karya yang mungkin gak ada isinya ini bentuk ‘curhatan’ saya kala itu,bentuk rasa muak akan semua hal yang terjadi bukan karena begitu adanya. Karena percayalah,kemunafikan adalah awal dari segala penyakit. Jika dari diri sendiri saja kita tidak bisa jujur dan bertindak (pada hal yang sebenar-benarnya mau kita) bagaimana kita dapat jujur dan bertindak atas nama orang lain? atas manfaat untuk orang lain?
